<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Jabar (masih) Darurat HIV/AIDS dan Seks Bebas</title>
	<atom:link href="http://hizbut-tahrir.or.id/2009/12/01/jabar-masih-darurat-hivaids-dan-seks-bebas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2009/12/01/jabar-masih-darurat-hivaids-dan-seks-bebas/</link>
	<description>International Political Party</description>
	<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 19:13:38 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.5</generator>
		<item>
		<title>By: Mulyandi Rasyidiq</title>
		<link>http://hizbut-tahrir.or.id/2009/12/01/jabar-masih-darurat-hivaids-dan-seks-bebas/#comment-46578</link>
		<dc:creator>Mulyandi Rasyidiq</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 08:18:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hizbut-tahrir.or.id/?p=16839#comment-46578</guid>
		<description>Persoalan yang sudah demikian gawat ini jelas harus segera diselesaikan. Sekali pun bukan perkara yang gampang.
Yang utama adalah harus diberlakukan segera sistem hukum yang mampu mencegah terjadinya perzinaan sekaligus mampu melindungi masyarakat. Persoalannya, sistem hukum yang bagaimana dan dari mana? Pilihannya ada dua: hukum Islam dan hukum sekuler. Setelah hukum sekuler (di bawah naungan Republik Demokrasi) yang sejauh ini berlaku terbukti gagal, maka pilihannya hanya ada satu kata, Hukum Islam Kaffah di bawah naungan Khilafah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Persoalan yang sudah demikian gawat ini jelas harus segera diselesaikan. Sekali pun bukan perkara yang gampang.<br />
Yang utama adalah harus diberlakukan segera sistem hukum yang mampu mencegah terjadinya perzinaan sekaligus mampu melindungi masyarakat. Persoalannya, sistem hukum yang bagaimana dan dari mana? Pilihannya ada dua: hukum Islam dan hukum sekuler. Setelah hukum sekuler (di bawah naungan Republik Demokrasi) yang sejauh ini berlaku terbukti gagal, maka pilihannya hanya ada satu kata, Hukum Islam Kaffah di bawah naungan Khilafah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

